6 Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti) perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut. Maksiat itu ibarat candu, nikmat namun sesungguhnya kenikmatan itu justru akan mencelakakan pelakunya. 1 Kufur, Syirik, Murtad, dan Nifaq. Wahai orang Muslim, wahai hamba Allah! Ketahuilah, siapa yang mati dalam keadaan kafir atau musyrik atau murtad, maka segala amal yang baik tidak ada manfaatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti shadaqah, silaturrahim, berbuat baik kepada tetangga dan lain-lainnya. Setiapmanusia yang memasuki alam kubur akan ditanya oleh Malaikat tentang enam perkara. Kehidupan di alam kubur cukup panjang, banyak ujian di dalamnya. Apabila seseorang selamat di alam kubur maka setelahnya akan lebih mudah bagi dia. Nabi shollallohu 'alaihi wasallam mengingatkan manusia tentang fitnah kubur. Karenahadits Rasulullah tentang kebakhilan yang menjauhkan seseorang dari Allah dan surga serta manusia sesama adalah hadits Shahih. Para Jama'ah yang Dirahmati Allah. Keempat, riya dalam beramal. Riya' adalah pamer yaitu melakukan satu amal ibadah (agama) dengan maksud mendapatkan pujian dari manusia. Atau dengan bahasa yang agak kasar RasulullahShallallahu Alaihi Wasallam berwasiat kepada kita, "Ada 6 perkara yang bisa menggugurkan amalan; sibuk mencari aib manusia, kerasnya hati, cinta dunia, sedikit malu, panjang angan-angan, dan kezaliman yang tiada habisnya " Pertama, Sibuk dengan aib orang lain. WXtM. Mari kita simak 6 Perkara Yang Dapat Merusak Amal-Amal Baik. 1. Al istighlal bi’uyubil kholqi sibuk dengan aib orang lain sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan. 2. Qaswatul qulub hati yang keras Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat. 3. Hubbun dunya cinta mati terhadap dunia Merasa hidupnya hanya di dunia saja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat. 4. Qillatul haya’sedikit rasa malunya Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa. 5. Thulul amal panjang angan-angan Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat. 6. Dhulmun la yantahi kezaliman yang tak pernah berhenti Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tsb. Semoga kita semua dijauhkan dari 6 perkara ini sehingga tetap istiqomah dalam ketaqwaan. - 6 HAL YANG BISA MERUSAK AMAL Posted by enamsifat sahabat Rasulullah SAW, Nabi Muhammad SAW bersabda "Enam perkara yang bisa melebur amal kebaikan 1. sibuk mencari keburukan / aib orang lain , 2. keras hati , 3. terlalucinta dunia , 4. sedikit rasa malu , 5. panjang lamunan / khayalan dan 6. kedhalimanyang tidak pernah berhenti " Hadis Riwayat- Ad-Dailami dari Adi bin Hatim. Dalam hadis ini rosullullah Saw. Memperingatkan kepada kita sebagai umatnyaagar kita jangan sampai terjerumus kepada yang enam , sebagai berikut 1. Sibuk mencari keburukan / aib orang lain. Rasullullah saw melarang kepada kita untuk mencari - cari keburukan oranglain , karena hal itu secara tidak langsung telah membuka sesuatu yang seharusnya ditutupi, kecuali kalau memang tujuannya untuk menegakkan keadilan. Hal ini dalam Alquran Qs 49 11 disebut juga dengan Tajasus. Rasulullah saw bersabda " Barang siapa menutupi aib seorang muaslim , makaAllah akan menutupi aibnya ada hari kiamat." Dalam hadis lain Rasulullah saw bersabda " Betapa bahagianya orang yang tersibukkan mencari aib dan kekurangan dirinya jauh dari mencari aib dankekurangan orang lain ." 2. Keras Hati Yang dimaksud keras hati disini adalah apabila seseorang sudah tidak bisa menerima nasihat dari orang lain. bahkan menganggap remeh orang yangmenasehatinya. Padahal Sayyidinaa Ali bin Abi Thalib kw berkata " Lihatlah oleh muperkataanya dan jangan kau lihat siapa yang mengatakannya." 3. Terlalu Cinta DuniaCinta dunia boleh tapi jangan berlebihan , karena kita tahu bahwa duniabukanlah segala-galanya. Islam tidak melarang orang untuk menjadi kaya,bahkan Islam menghendaki umatnya menjadi makmur. Dalam hadis Rasulullah saw mengatakan " Beramallah engkau untuk duniamu seolah engkau akan hidupselamanya, dan beramallah engkau untuk akhiratmu seolah engkau akan matibesok ." 4. Sedikit rasa malu Rasullullah Saw. Merupakan satu sosok suri tauladan yang sangat besar rasamalunya . Dan malu disini bukan malu berbuat kebaikan atau amar ma'ruf nahimunkar, tapi malu untuk berbuat dosa / kesalahan .Sabda Rasulullah saw " Malu itu sebagian dari Iman ." Dalam sabda lainya berkata " Malu dan Iman adalah bersatu , maka apabila dacabut salah satunya maka akan tercabut yang lainnya." Hr. Abu Nua,im 5. Panjang Lamunan / Khayalan Allah menganjurkan kepada kita supaya banyak berpikir , tapi berpikir dan berharap tentang sesuatu yang logis disertai dengan usaha. Bukan berpikir dan berharap tapi tidak mau berusaha. Karena betapa hebatnya suatu ide / gagasankalau tanpa direalisasikan maka hanya akan menjadi sebuah lamunan." 6. Kedhaliman Yang Tiada Henti Kita dilarang oleh agama untuk berbuat dhalim karena dhalim adalah kegelapan dihari kiamat . dan juga takkan ada penolong bagi orang yang dhalim. Dalam kehidupan, tidak jarang kita melakukan kesalahan dan kekhilafan. Namun sadarkah bahwa dosa-dosa yang dilakukan ada beberapa yang dapat menghapus amal-amal kebaikan yang telah kita perbuat. Begitulah Ucap H. Fatullah Z membuka dakwah mengenai “6 Perkara yang Merusak Amal” melalui program Awadah Dakwah Festival. Lalu, apa saja 6 perkara yang merusak amal? Simak di bawah ini!6 Perkara yang Merusak AmalBerikut 6 perkara yang merusak amalAl istghlal bi’uyubil kholqi sibuk dengan aib orang lainSehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan. Allah Ta’ala berfirman ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍArtinya “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” QS. Al-Hujurat 12Qaswatul qulub hati yang kerasKerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat. Allah subhânahu wa ta’âlâ berfirman ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻣَﺮَﺽٌ ﻏَﺮَّ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺩِﻳﻨُﻬُﻢْArtinya “…Dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, Mereka itu orang-orang mu’min ditipu oleh agamanya.” QS. Al-Anfâl 49Hubbun dunya cinta terhadap duniaMerasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di Ta’ala berfirman ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻧﺰﺩْ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺣَﺮْﺛِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻧُﺆْﺗِﻪِ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﻧَﺼِﻴﺐArtinya ”Barang siapa menghendaki pahala akhirat niscaya Kami tambah pahala itu baginya, dan barang siapa menghendaki pahala dunianya niscaya Kami beri pahala baginya, dan tidak ada bagian yang dia peroleh di akhirat”. Asy-Syura 20Qillatul haya’ sedikit rasa malunya Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa. Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam bersabda ﺇﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﺩِﻳﻦٍ ﺧُﻠُﻘًﺎ ، ﻭَﺇﻥَّ ﺧُﻠُﻖَ ﺍﻹﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺀArtinya “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”HR. Ibnu Majah no. 4181Thulul amal panjang angan- anganMerasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat. Nabi Shallallahu alaihi wa alihi wa sallam bersabdaﻳَﻬْﺮَﻡُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺛْﻨَﺘَﺎﻥِ ﺍﻟْﺤِﺮْﺹُ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣَﻞُArtinya “Anak Adam menjadi tua dan dua perkara masih tetap ada padanya rakus dan angan-angan.”QR. Al-Bukhari dan Muslim dari AnasDhulmun la yantahi kezhaliman yang tak pernah berhentiPerbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya, jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan Ta’ala berfirman ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻋَﻠِﻢَ ﻣِﻦْ ﺁَﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺍﺗَّﺨَﺬَﻫَﺎ ﻫُﺰُﻭًﺍ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻣُﻬِﻴﻦArtinya “Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.” QS. Al-Jaatsiyah 9Fatullah Z menjelaskan lebih dalam mengenai, “6 Perkara yang Merusak Amal” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini. Enam 6 amal perbuatan Yang merusak Amal Ibadahاَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُاَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ صَدَقَ وَعْدَهُ . وَنَصَرَ عَبْدَهُ . وَاَعَزَّجُنْدَهُ . وَهَزَمَ الْاَحْزَابَ وَحْدَهُ . وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ . وَعَلَى آلِه وَ اَصْحَابِهِ وَمَوَّ لَهُ . لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إلَّا بِاللهِ . أَمَّا بَعْدُsaya ingin menyampaikan sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami, dari Addi bin Hatim. Bahwa Rasulullah saw bersabda سِتَّةُ اَشْيَاءَ تُحبِةُ الاَعمَالَالْإسْتِغَالُ بِعُيُوْبِ الْخَالْقِوَقَسْوَةُ الْقَلبِوَحُبُّ الدُّ نْيَاوَ كِلَّةُ الْحَيَاءوَطُوْلُ الْعَمَلوَ ظَالِمٌ لاَيَنْتَهِى“Ada enam perkara yang dapat merusak suatu amal”“Seseorang terlalu sibuk mencari-cari aib, mencari-cari kekurangan orang lain”.“Orang yang keras hati”.“Orang yang terlalu cinta kepada dunia”.Merusak shalat kita, merusak puasa kita, merusak zakat kita, bahkan merusak haji kita, dan seterusnya. Inilah yang harus kita waspadai. Kita merasa kita sudah melakukan amal begitu banyak, tahu-tahu dirusak oleh hal-hal lain yang ada pada diri kita. Apa enam perkara yang dapat merusak amal itu ?Yang pertama,الْإسْتِغَالُ بِعُيُوْبِ الْخَالْقِ“Seseorang terlalu sibuk mencari-cari aib, mencari-cari kekurangan orang lain”.Sekarang ini oleh budaya kita, mencari dan membicarakan kekurangan orang lain bukan lagi hal yang tabu. Dikorek, dicari, kemudian berakhir dengan fitnah, dan begitu seterusnya. Dan itu merusak nilai amal yang sudah kita kerjakan. Sibuk dengan aib orang lain, lalu lupa kepada kekurangan dirinya sendiri. Bukankah dalam hadits lain Nabi mengajarkan تُوْبَ لِمَنْ سَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوْبِ النَّاسِ“Beruntunglah orang yang kekurangan pada dirinya menyebabkan dia sibuk, sehingga tidak sempat lagi mencari-cari kekurangan orang lain”.Tapi sebaliknya, akan sangat celakalah orang, kalau waktunya habis untuk mencari aib dan kekurangan orang lain, lalu melupakan aib dan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. Sibuk dengan aib dan kekurangan orang lain, dan asik tenggelam didalamnya. Membicarakan si A, membicarakan si B, membicarakan si ini, membicarakan si itu. Sehingga menyebabkan kita terlena dan tidak sadar akan aib dan kekurangan yang ada pada diri dunia jurnalistik ada ungkapan “Bad news is good news” berita jelek itulah berita bagus. Berita yang bagus biasa-biasa saja. Tapi berita yang jelek kalau diangkat ke permukaan, dikemas sedemikian rupa, bisa menjadi berita yang bagus, sehingga menarik, kejutan, membuat penasaran, menimbulkan rasa ingin tahu, dan bagitu dalam konteks ini, setiap hari sekarang ini kita dijejali dengan tayangan-tayangan yang sibuk dengan aib dan kekurangan orang lain. Sehingga lalu itu menjadi budaya kita. Dan hal-hal yang tabu tidak lagi dianggap tabu, hal-hal yang sebenarnya memalukan sudah dianggap tidak memalukan, sementara sedikit sekali contoh-contoh yang dapat diambil dari hal-hal-hal seperti بِعُيُوْبِ الْخَالْقِ“Sibuk mencari-cari aib dan kekurangan orang lain,sampai melupakan kekurangan dirinya sendiri”.Yang Kedua, yang dapat merusak amal itu adalah وَقَسْوَةُ الْقَلبِ“Orang yang keras hati”.Hatinya kasar, keras. Beruntung kita kalau oleh Allah diberikan hati yang lembut, yang peka, cepat menerima kebenaran. Sebuah contoh, Umar bin Khattab orang yang diberikan hati yang keras tapi mudah dan cepat menerima dimaksud dengan “Qaswatul qalbi” ini, sudah hatinya keras, kasar, dan tertutup untuk menerima kebenaran. Hatinya itu degil, hatinya itu tertutup, cupik, seperti katak dibawah tempurung, tidak mau menerima kebenaran. Nah, tatkala kita tidak mau menerima kebenaran, kita merasa kitalah yang paling sekali dalam perjalanan hidup ini orang-orang yang terjebak menjadi pemilik kebenaran. Mengklaim, cuma dia yang benar sementara yang lain salah semua. Akhirnya terjebak juga pada hati yang keras dan kasar seperti adalah raja dari kerajaan tubuh manusia. Sementara anggota badan kita yang lain cuma prajurit saja. Kaki hanya berjalan, tangan hanya mengambil, mata hanya melihat, telinga hanya mendengar, dan itu terjadi kalau hati cenderung dan memerintah ke arah situ. Maka benar, ketika Nabi bersabda “Kalau baik hati maka baiklah seluruh badan, tapi kalau rusak hati maka rusaklah seluruh badan”.Yang Ketiga, yang merusak amal itu adalah وَحُبُّ الدُّ نْيَا“Orang yang terlalu cinta kepada dunia”.Saya menggunakan kata “terlalu”. Karena cinta kepada dunia bukan hal yang salah, sepanjang dunia itu kita jadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan jangka panjang yakni akhirat dan ridha Allah swt. Tapi “terlalu”, sehingga ia berakar dan berurat di hati, dan kita sulit melepaskannya, ini akan merusak amal. Sebab apa ? Sebab kalau kegiatan hidup kita sudah dipacu oleh Hubbud dun ya cinta kepada dunia yang berlebihan, apakah itu cinta pangkat, cinta jabatan, cinta harta, cinta pujian. Kalau semua itu sudah berlebihan dalam hidup kita, kita akan cenderung melakukan hal-hal yang menghalalkan segala cara. Dan ini akhirnya akan merusak nilai amal yang sudah kita ini memang penyakit kita hubbud dun ya ? terlalu cinta kepada dunia, lalu menjilat keatas injak bawah, sikut kiri dan kanan, masa bodoh teman jadi lawan ; lawan jadi teman, asal kita bisa mencapai target dunia. Akhirat?! Akhirat urusan nanti yang penting yang sekarang. Padahal yang nanti itu, ditentukan oleh yang sekarang ini. Kalau beginilah cara kita mencapai tujuan maka kita telah merusak yang nanti itu juga. Karena itu, cinta kepada dunia secara berlebihan akan dapat merusak amal kita renunhkan bahwa dunia adalah sesuatu yang bersifat sementara. Sering disampaikan, ini dunia; ambil apa yang memang perlu, nikmati apa yang memang boleh, kalau bisa jangan gagal kita di dunia ini. Kalaupun kita gagal, kita kan masih punya akhirat. Ini yang menyebabkan cara kita mencapai dunia tidak menghalalkan segala cara, karena kita yakin akan ada pertanggungan jawab akhirat Keempat, yang dapat merusak amal itu adalahوَ كِلَّةُ الْحَيَاء“Sedikit rasa malu”Inikan budaya malu sekarang ini sudah setipis kulit ari. Tadi saya katakan, yang tabu sudah orang lakukan secara biasa. Kita tidak mengerti, misalnya ada perempuan dengan bangga cerita,”anak saya sudah tiga, semua tidak ketahuan bapaknya”. Dia cerita secara terbuka di media, dan dia merasa enjoy dengan kalau ini lalu diikuti oleh yang lain, bayangkan kalau ini menjadi tradisi di tengah-tengah masyarakat kita. Hal yang memalukan dan memilukan sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa, tidak ada yang tabu lagi. Padahal malu adalah bagian daripada iman. Kalau tidak ada rasa malu, kuranglah syarat untuk mencapai nilai-nilai keimanan, mari perbanyak mengingat Alloh kita banyak tafakur menimbulkan rasa malu yang paling tinggi yaitu malu kepada Allah swt. Kalau Mungkin berbuat dosa dalam keadaan sepi tak seorangpun tahu, tidak seorangpun lihat, dan kita tidak mau melakukan itu, kenapa? Karena kita malu. Malu kepada siapa? Malu kepada Allah swt. Dan ukurannya adalah Kelima, yang merusak amal kita adalahوَطُوْلُ الْعَمَل“orang yang terlalu panjang angan-angan,terlalu muluk cita-cita”Silahkan saja, cita-cita digantungkan setinggi bintang di langit, tapi kaki harus tetap berpijak di bumi. Kaki harus tetap berpijak kepada realitas. Kalau tidak, kita akan jadi penghayal kelas berat, tukang ngelamun kelas tinggi, yang hidup cuma mengumpulkan jikalau, andaikata, umpama dan misalnya. Orang sudah pergi bekerja kemana-mana dia masih terjebak Keenam, yang merusak amal ituوَ ظَالِمٌ لاَيَنْتَهِى“perbuatan zalim yang tidak kita hentikan”.Zalim, berasal dari kata Zhalama artinya kegelapan. Kita terlahir putih, bersih, suci. Kitalah yang menghitamkan diri kita sendiri, dengan perbuatan-perbuatan yang menentang Allah, dan itu artinya kita zalim kepada diri kita karena itu, selain kita harus mati-matian meningkatkan amal ibadah kita, tapi kita juga harus tetap waspada terhadap hal-hal yang dapat merusaknya. Dan yang paling sering merusak amal kita adalah perbuatan-perbuatan dari diri kita sendiri yang buruk, yakni hal-hal yang dapat mengotori hati sering berusaha keras menjaga agar baju kita tidak kotor. Kita sering berusaha keras menjaga agar kendaraan kita tidak kotor. Tapi kita jarang sekali mati-matian menjaga agar hati kita tidak kotor. Kalau ada yang bertanya,”Mengapa saya ini koq kurang yakin dengan Allah?” Ketahuilah bahwa itu tandanya menunjukkan hati kita ini masih kotor. Inilah yang harus kita waspadai, jangan sampai kita terjebak ke dalam perbuatan yang bisa menyebabkan hati kita ini menjadi kotor. Hati yang kotor akan menyebabkan tumbuhnya berbagai macam penyakit di hati itu sendiri sehingga hati kita menjadi yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Penyakit-penyakit hati yang dimaknai dengan sifat-sifat tercela yang ada pada diri manusia, apabila itu mendominasi kehidupan manusia, maka jadilah hatinya menjadi sakit. Penyakit ini berbahaya karena merupakan keinginan atas cinta manusia kepada dunia, yang diwujudkan dalam bentuk ingin mendapat pujian dan sanjungan dari manusia atas hati yang sakit itu adalah, pertama, tidak merasa sulit melakukan perbuatan maksiat. Kedua enggan memberikan santapan rohani yang bermanfaat bagi hatinya dan cenderung kepada makanan rohani yang memudharatkan hatinya. Adapun penyakit hati diantaranya adalah ghibah membicarakan keburukan orang lain, hasud dengki, sombong, kikir, dendam,riya’, munafik dan الآعِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَكُلُّ عَامٍ وَاَنْتُمْ بِخَيْرٍSELAMAT IDUL FITRIMohon Maaf Lahir & BathinInsya Allah, kita bisa jumpa lagi pada lain waktu dan وَاِيَّايَ بِتَقْوَاللهُوَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ – Sesungguhnya jika manusia beramal kebaikan itu manfaatnya untuk dirinya sendiri. Begitu sebaliknya. Maka jika manusia sudah beramal kebaikan, hendaknya ia menjaga amal kebaikan itu tetap langgeng dan tulus karena Allah semata. Awas, inilah 6 amal yang merusak amal kebaikan. Jangan sampai amal kebaikan itu rusak setelah dikerjakan. Jangan sampai amal itu rusak karena amal lainnya. Karena ada amalan yang bisa merusak amal kebaikan. Awas, inilah 6 amal yang merusak amal kebaikan. Ajaran Islam mengajak manusia untuk beriman kepada Tuhan yang Mahaesa dan beramal salih. Semua itu demi kebaikan manusia itu sendiri. “Siapa saja yang mengerjakan amal yang shalih maka pahalanya untuk dirinya sendiri dan siapa saja mengerjakan perbuatan jahat, maka dosanya untuk dirinya sendiri; dan tidaklah Tuhanmu berbuat zalim kepada hamba QS Fushshilat 46. Maka jangan sampai amal kebaikan yang sudah susah payah dilakukan kemudian rusak karena suatu amal perbuatan lainnya. Setelah beramal salih, maka tugas seorang mukmin adalah menjaga jangan sampai amal salih itu rusak atau terhapus karena suatu amal lainnya. Ada beberapa amal perbuatan yang bisa merusak amal salih. Kita memohon kepada Allah agar terhindar dari amal perusak amal kebaikan ini. Berikut ini ulasan singkatnya 1. Perbuatan Syirik Syirik adalah suatu keyakinan dan perbuatan yang mengadakan tandingan/sekutu terhadap kekuatan dan kekuasaan Allah SWT. Tandingan itu bisa berupa kekuatan pada benda mati seperti batu, gunung, gelang, kalung, bunga, patung, laut, sungai, dll. Bisa juga berupa makhluk hidup manusia, pohon atau hewan dengan meyakini akan kekuatan tandingan itu padahal segala kekuatan dan keselamatan adalah hanyalah dari Allah semata. Maka pelaku syirik –dari kalangan umat Islam maupun non muslim- meyakini dan mengamalkan perbuatan kesyirikan yang merupakan suatu kezaliman terbesar dan melecehkan keagungan Allah SWT serta menghapus amal-amal terdahulu. “Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan” QS Al An’am 88. 2. Murtad “…Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan…” QS Yunus 32. Imam Al Qurthubi berkata, “Ayat ini memutuskan bahwa tidak ada tempat yang ketiga setelah kebenaran dan kebatilan.” Dan agama yang diridhai Allah dan jalan ditempuh Rasulullah Muhammad saw. hanyalah Islam, tak ada jalan lainnya. “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam…” QS Ali Imran 19. Maka sangat merugilah orang yang murtad. “Siapa saja yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” QS Al Baqarah 217. 3. Perbuatan zalim Perbuatan zalim adalah memgambil hak orang lain secara paksa, tanpa keridaan si pemilik hak. Kezaliman adalah sumber kegelapan dan kerugian di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji. Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang secara batil/zalim, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya. Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka” HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad. 4. Dengki Kebaikan-kebaikan yang telah perbuat akan hangus gara-gara dengki. Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan menghancurkan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” HR Abu Daud. 5. Pemberian yang diiringi ucapan yang menyakiti hati si penerima “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menginfakkan hartanya karena pamer di hadapan manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhirat …” QS Al Baqarah 264. 6. Memutus hubungan silaturahim dan persahabatan Nabi SAW bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih utama daripada puasa, shalat, dan sedekah?” Para sahabat berkata, “Baiklah ya Rasulallah.” Maka Nabi saw. pun bersabda, “Mendamaikan orang yang bermusuhan bertengkar karena merusak hubungan seseorang itu berarti mencukur. Saya tidak berkata mencukur rambut tetapi mencukur agama” HR Ibnu Hibban dan At-Tirmidzi.

hadits tentang 6 perkara yang merusak amal