GenderangGerakan Nasional Reformasi Mental sudah dimulai. Media elektronik dan media cetak menyambut gerakan ini dengan gegap gempita. Pengia Namun setidaknya Gerakan Nasional Revolusi Mental ini memberikan dorongan dan apresiasi terhadap setiap inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi pelayanan publik itu adalah wujud nyata dari revolusi mental yang paling bisa dirasakan oleh masyarakat ujar Menko PMK Puan Maharani. foto, cipta lagu, game, film pendek Jikakita mencermati lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman, dinyatakan bahwa pembangunan jiwa lebih diutamakan daripada pembangunan raga. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 6 NTTPrioritaskan Tiga Gerakan Revolusi Mental Andreas menyebut tentang budaya antre di ruang publik seperti pelabuhan, bandara, rumah sakit dan sebagainya. Senin, 19 Desember 2016 kiEQU. Jakarta ANTARA News - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan hari ini mengumumkan pemenang kompetisi Gerakan Nasional Revolusi Mental yang terdiri dari kategori fotografi, komim strip, cipta lagu, dan video Instagram. "Tujuan lomba, nilai revolusi mental bisa tersosialisasi," kata Sekretaris Kemenko PMK, Satya Sananugraha, saat pengumuman pemenang lomba skala nasional tersebut. Dalam kategori fotografi, kontestan asal Sulawesi Selatan, Herwin Gunadi keluar sebagai juara pertama dengan foto berjudul "Gotong Royong". Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh Arief Budiman Jawa Tengah dengan "Layani Kesehatan Warga" dan Fadli Akbar Jawa Barat "Hadang Jalur Sepeda". Kontes video singkat di Instagram dimenangkan oleh, dari urutan pertama hingga favorit, Ardie Candra Firstiant Jawa Timur dengan "Yang Muda Yang Bisa", Putu Bayu Ariwiguna Bali "Indonesia Bersatu", Komang Frederich Bali "Mulai Dari Hal Kecil" dan Erwin Agus Prabowo Surabaya "Gelas Kaca & Kemerdekaan Indonesia". Untuk kategori komik strip, terpilih sebagai juara pertama Rabendra Yudistira Alamin Jawa Timur "Prasangka" diikuti Dody Yudo Winarto Jawa Tengah "Dengar Kata Ibumu!" dan Supriyanto Tangerang dengan "Absurd". Sementara itu, Rahmatsyam Lakoro dari Jawa Timur menjadi juara favorit kategori komik strip berjudul "Teladan Hilang di Jalan". Kemenko PMK juga membuka kategori cipta lagu bertema Revolusi Mental, dengan grup Child Out Jakarta "Revolusi Mental", Romeir Agus Kalimantan Selatan "Indonesia Hidup Mati Kita" dan Jefry Albari Kalimantan Selatan "Revolusi Mental" masing-masing menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga. Kemenko PMK menggandeng para profesional pada masing-masing kategori lomba untuk menjadi juri, antara lain adalah Kepala Divisi Pemberitaan Foto ANTARA Hermanus Prihatna, komikus Mice, vokalis grup Bumerang Roy Jeconiah dan pemerhati konten kreatif di media sosial Eko Harsoselanto. Masing-masing juara mendapatkan hadiah berupa sejumlah uang atau perangkat elektronik yang dapat menunjang pekerjaan. Menurut Satya, karya yang keluar sebagai juara akan dipakai oleh Kemenko PMK untuk memperkenalkan nilai-nilai Revolusi Mental kepada Natisha AndarningtyasEditor Suryanto COPYRIGHT © ANTARA 2017 Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kembali menggelar rangkaian acara Gerakan Nasional Revolusi Mental GNRM 2017. Acara ini terdiri dari lomba foto, video instagram, komik strip, dan cipta lagu revolusi tahun keduanya ini disebutkan bahwa kualitas dan kuantitas dari para partisipan meningkat. Sesmenko PMK Satya Sananugraha berharap karya-karya yang dihasilkan melalui acara ini dapat menjadi alat bagi Kemenko PMK untuk terus mensosialisasikan nilai-nilai revolusi mental."Harapannya dengan acara ini tentunya nilai-nilai revolusi mental itu bisa semakin tersosialisasi. Kan kita ini ada lewat foto, lewat IG, terus lewat komik, dan cipta lagu," ujar Satya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat 20/10/2017. Sejalan dengan hal itu, para pemenang lomba ini pun membawa semangat yang sama. Salah satu contohnya adalah band Child Out yang berhasil meraih juara 1 dalam kategori Cipta Lagu Revolusi Mental."Kami Child Out ingin mewakili orang-orang di sekitar kami juga... kami cari inspirasi di jalanan. Kita merasa bahwa kita emang perlu merevolusikan mental kita, misal untuk lebih berani berpendapat," ujar vokalis band Child Out, Cita di lokasi yang juara 2 di kategori video Instagram, Putu Bayu Ariwiguna punya cerita yang berbeda. Ia lebih berfokus pada isu keberagaman Indonesia, terutama dilihat dari sisi agama. Karena menurutnya saat ini sudah terlalu banyak pemberitaan yang menyinggung isu-isu agama. Foto Tsarina Maharani/detikcomDalam videonya, ia banyak mengambil footage berbagai rumah ibadah yang mewakili seluruh agama yang diakui di Indonesia."Kan sekarang banyak ya berita-berita yang nyinggung agama dan itu saya nggak suka. Ya mumpung ada kesempatan ini, saya langsung kreasikan apa yang saya pengenin. Saya ngambil tentang indahnya persatuan diselipkan dengan landscape di Bali, memvisualisasikan kalau kita bersatu, kita tuh indah seperti pemandangan itu," tutur bertema revolusi mental ini memang banyak hadir dari pengalaman dan pengamatan sehari-hari. Juara 3 dari kategori komikstrip,Supriyanto juga mengakui bahwa karyakomiknya terinspirasi dari pengalaman sehari-harinya apabila sedang dalam perjalanan menuju kantor. Menurutnya banyak hal-hal kecil dalam keseharian kita justru sangat butuh Tsarina Maharani/detikcom"Ini ngangkat tema sehari-hari juga. Berhubungan dengan keseharian saya kalau mau ngantor. Misal kayak ini naik busway, udah tau ada tanda 'no standing area' tapi masih berdiri disitu," ucap berharap karyanya dapat menjadi inspirasi bagi semua orang, terutama orang-orang terdekatnya untuk berubah dan mulai memperhatikan hal-hal kecil di sekitar."Melalui tampilan visual ini saya ingin mengajak orang-orang terdekat saya untuk berubah," sambungnya Tsarina Maharani/detikcomSementara itu juri untuk kategori komik, Muhammad Misrad atau yang akrab dengan sebutan Mice menyebutkan bahwa karya-karya komik yang dibuat oleh para komikus dalam perlombaan ini telah cukup tepat dalam penyampaiannya. Menurut Mice, pesan atau kritik dalam komik memang lebih baik disampaikan dengan cara humor."Tidak men-judge, jadi memberi pengarahan pada masyarakat itu harusnya dengan cara yang jenaka. Jadi kritikan dengan jenaka itu yang paling ampuh menurut saya. Tapi tetap dengan cara yang santun ya," tutur Mice usai acara pemberian penghargaan GNRM 2017 di lokasi yang dengan apa yang disampaikan Sesmenko PMK Satya Sananugraha, ia juga berharap para kreator yang mengikuti kompetisi ini bisa terus berkarya."Harapan saya mereka bisa terus berkarya di jalur ini, tidak stop sampai sini," tutupnya. ega/ega

lagu gerakan nasional revolusi mental